UPDATE COVID-19 INDONESIA

Sejarah Pulau Bali


Dikisahkan dulunya Pulau Bali menyatu dengan Pulau Jawa. Jika diruntut melalui kitab Babad Bali, Pulau Jawa dan Bali terpisah akibat meditasi yoga seorang Brahmana. Ia adalah Sidhi Mantra dari Kerajaan Daha, Kediri, Jawa Timur. 

Ia memiliki seorang putra bernama manik Angkeran. Manik sangat suka berjudi sehingga ia memiliki banyak hutang. Suatu saat, ia tak mampu membayar hutang-hutangnya. Akhirnya ia meminta bantuan sang ayah. 

Sidhi Mantra kemudian pergi ke Gunung Agung untuk meminta bantuan kepada Naga Basuki. Sesampainya disana, Sidhi Mantra membunyikan genta untuk membangunkan Naga Basuki. 

Kemudian sang Naga menolong Sidhi Mantra dengan memberikan beberapa keping emas. Keping emas yang didapat sang ayah pun digunakan Manik Angkeran untuk membayar hutang-hutangnya. Namun, ia masih saja tidak kapok dengan hobinya itu, berjudi lagi dan lagi.Tanpa sepengetahuan Sidhi Mantra, ternyata Manik Angkeran mengikuti dan mengetahui pertemuan sang ayah dengan Naga Basuki.

Suatu malam ketika sang ayah sedang tertidur, Manik menyelinap ke kamar ayahnya untuk mengambil genta.Sesampai di Gunung Agung, ia membunyikan genta seperti yang ayahnya lakukan, Naga Basuki pun bangun menemuinya.Manik Angkeran terkejut dengan sosok Naga yang bermahkotakan intan dan bertahtakan emas.

Melihat wujud tersebut, sifat buruk Manik Angkeran muncul. Saat Naga basuki lengah, ia memotong ekor sang Naga dan segera berlari menjauh, Naga Basuki pun marah dan menyemburkan api ke arah Manik Angkeran, akhirnya Manik Angkeran meninggal.Mengetahui hal tersebut, Sidhi Mantra memohon ampun kepada Naga Basuki dan meminta supaya Manik Angkeran dihidupkan kembali.

Naga Basuki memenuhi permintaan tersebut asal Sidhi Mantra mengembalikan ekornya. Sidhi Mantra pun menurutinya dan Manik Angkeran hidup kembali, kemudian Sidhi Mantra menyerahkan Manik Angkeran menyerahkan Manik Angkeran untuk mengabdi kepada Naga Basuki. 

Manik Angkeran dibiarkan menetap di Gunung Agung sedangkan Sidhi Mantra kembali ke Daha. Sesampai di tanah Genting, Sidhi Mantra berpikir bagaimana supaya Manik Angkeran tidak kembali ke Daha untuk berjudi lagi. Akhirnya dengan meditasi yoga yang telah dilakukan, Sidhi Mantra menggoreskan tongkatnya ke tanah. 

Seketika tanah tersebut berubah menjadi perairan yang kini dikenal dengan selat Bali. Tempat mediasi Sidhi Mantra di Tanah Genting sekarang diketahui sebagai Pura Segara Rupek di Buleleng. Pura ini hanya terpisah 2 km dengan pulau jawa.

Sedangkan keturunan Manik Angkeran sampai saat ini masih berkewajiban untuk menjadi pemangku adat di Pura Besakih di kaki Gunung Agung.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Pulau Bali"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel